Setelah mendengarkan kajian Uztaz Baequni yang kemudian dibantah secara ngga tahu diri sama Anda, Pak Ridwan Kamil, saya berkesimpulan: seharusnya ceramah belio sudah membahana 10 tahun yang lalu biar umat tidak tersesat!


Apa-apaan ini, masa di awal bulan kemenangan Syawal seorang gubernur cum arsitek berani-beraninya ngeyel sama ulama? Adalah Ridwan Kamil, seorang pemimpin cebong Jawa Barat yang mengajak Al Mukarrom Uztaz Rahmat Baequni ‘tabayyun’ soal ceramah beliau mengenai bahaya Dajjal dan simbolisasinya di kehidupan umat.

Halah, tabayyun apanya. Jelas-jelas Ridwan Kamil ini datang cuma buat ngeyel dan membantah kajian mendalam nan saintifik dan historis Pak Uztaz. Dikasih tahu kalau masjid Al Safar yang ia desain mengandung simbol Dajjal kok ngga percaya, malah nuduh masjid lain juga punya simbol segitiga dan bintang dan mata satu. Lha ya justru itu bukti kalau Dajjal sudah di mana-mana, Pak, bahkan di tanah Saud sekalipun! Duuhh gimana sih, ngga usah ngeyel deh! Kan Uztaz ini orang hebat, lebih tahu Arab dari Arab.

Kecuali logo FPI yang segitiga dan berbintang itu ya, jangan suka suudzan, Pak. Kita harus tabayyun dulu sama orang-orang FPI, Habib Rizieq misalnya. Karena Al Mukarrom Habibana sedang hijrah di Arab, kalau Bapak mau protes, ya sono tabayyun dulu ke Arab. Kalau kita sih ngga perlu, kan bukan kita yang suudzan sama logo FPI.

Sebagai catatan ya, Pak, Uztaz Baequni ini sudah nglothok kalau soal bicara Dajjal, akhir zaman, Imam Mahdi, dan teori konspirasi serta cocoklogi kajian Islam anti mainstream lainnya. Belio ini tahu awal mula Ajazil yang dipuja sebagai Lucifer, asal mula nama Paman Sam, misteri segitiga Bermuda, bahkan asal-muasal nama-nama pulau di Nusantara yang ternyata warisan Arab.

Semua pengetahuan ini tuh memang sengaja disembunyikan oleh Barat, Liberal, Komunis, Zionis, Iluminati, Freemason, dan antek-anteknya buat melemahkan Islam. Kelompok ini kan memang ngga suka Islam muncul dan menjadi kuat. Pokoknya kelompok-kelompok lain di luar Islam memang ngga suka kalau kita bangkit. Wong yang sama-sama Islam kalau bukan dari kelompok kita ya bakal kita lawan, kok. Ya karena yang di luar kelompok kita tuh semua jahad!

Jadi kalau banyak yang protes mana sumbernya, ya buat apa Uztaz kasih. Wong emang sumbernya ini disembunyikan dan cuma Pak Uztaz yang punya akses. Kalau orang awam disodorin pun mereka cebong mana ngarti. Cuma orang dengan karomah luar biasa seperti Uztaz Baequni yang sanggup memahaminya, makanya cuma beliau yang sanggup mengabarkannya kembali ke kita.

Makanya kita harus bersyukur Pak Uztaz punya akses terus bisa sebarin ke kita biar kita selamat. Haduh Pak Ridwan Kamil nih gimana, wong mau diselamatkan kok susahnya minta ampun. Kalau masalah lain oke lah kita bisa bilang “maaf akhi, sekedar mengingatkan [emot tangan diapit]”. Lah kalau ini ngga main-main Pak!

Kehadiran Uztaz Baequni ini bagai oasis di tengah Sahara, Pak. Kajian dan ceramah belio bak jawaban atas kegundahan hati saya sejak 10 tahun lalu. Waktu itu jaman saya SMP, Pak. Hobi saya main ke warnet. Di sana saya baca teori-teori yang persis disampaikan oleh Uztaz Baequni. Mulai dari simbol rahasia di dollar, konspirasi White House, WTC, Sai Baba, Novus Ordo Seclorum, Baphomet, dan sebagainya.

Saya baca itu semua dari WordPress dan Blogspot, Pak. Tapi bukan kaleng-kaleng, karena saya yakin yang menulis pasti alternya Uztaz Baequni atau paling ngga orang yang punya keistimewaan seperti belio. Dan itu semua nyata, asli, karena sudah dikabarkan ulang oleh Uztaz Baequni baru-baru ini. Jadi kalau Mas Agus Mulyadi bilang itu hoax kuno, duh plis deh, sampeyan itu yang kuno. Udah nulis di Mojok kok masih nulis di Facebook, kuno banget. Siapa jaman sekarang yang pakai Facebook coba?

Membaca itu semua bikin saya takut, Pak. Jujur. Tapi saya yang masih itu masih belia ngga tahu harus berdiskusi atau sharing di mana. Hmm, di saat-saat seperti itu, saya berharap sosok seperti Uztaz Baequni hadir 10 tahun lebih awal dan bisa jadi penyejuk kegundahan saya akan fitnah akhir zaman. Oleh karena itu saya sebenarnya berterima kasih sih, Pak. Soalnya berkat Bapak memberikan perhatian kepada Uztaz Baequni, lebih banyak umat yang kemudian bisa mempelajari fitnah akhir zaman untuk bekal nanti. [emot tangan diapit]

Tapi karena sosok seperti Uztaz Baequni ini ngga muncul 10 tahun yang lalu, banyak kawan saya yang tersesat Pak. Dulu mereka pengiman teori-teori ini sama seperti saya, kemudian lambat laun mereka tinggalkan. Mereka bilang ini konspirasi lah, hoax lah, bohong lah. Seperti Mbak Kalis Mardiasih yang makin tersesat itu, yang ngga lagi percaya sama risalah ini karena katanya udah ‘merdeka’. Ketahuilah, Mbak, kita tidak akan pernah merdeka sebelum Imam Mahdi menyelamatkan kita semua!

Alasan mereka meninggalkan keimanan ini banyak sih, Pak. Selain ‘merdeka ra mashok’ seperti Mbak Kalis, katanya mereka juga melihat keanehan. Misalnya, masa Zionis dan Yahudi dituduh macam-macam terus, kan kasihan mereka. Bagi saya, ya ini bukan menuduh. Kita ngga perlu tabayyun ke mereka, wong sudah dipastikan sendiri oleh Uztaz Baequni. Plus, gimana mau tabayyun, kan ngga ada Yahudi di Indonesia?

Bukti sudah jelas nyata kalau mereka mau menciptakan Tatanan Dunia Baru secara terstruktur, sistematis, dan masif. Brutal pula. Tapi ini beda sama khilafah, loh, walaupun sama-sama mau bikin satu tatanan baru buat seluruh dunia. Seperti kata salah seorang ukhti di rekaman video kemarin, “Beda, itu, beda!” Bedanya apa? Halah, ngga usah kepo. Kalau dikasih tahu nanti juga tetep ngeyel kan?

Alasan lain karena kata mereka ini aneh. Masa kalau info ini rahasia kok bisa menyebar di internet? Duh, mereka itu yang ngga paham kalau ini disebarkan oleh orang-orang istimewa demi menyelamatkan umat. Dan cerdik juga caranya, yaitu disebarkan lewat WordPress dan Blogspot, jadi orang-orang bakal mengira ini ngga ilmiah. Kurang hebat apa tuh cerdiknya?!

Tapi sebenarnya Uztaz Baequni baru muncul sekarang ya pas-pas aja dan sangat relatable sih, Pak. Secara kan umat sekarang sedang berjuang melawan kezhaliman, jadi ya kehadiran beliau bak penyemangat perjuangan umat. Bahwa kezhaliman ini bagian dari fitnah akhir zaman yang harus kita perangi, bahkan mungkin perjuangannya sama seperti melawan Dajjal!

Mari kita bertakbir bersama Uztaz Baequni untuk memantik semangat. Takbir! [sambil mengacungkan telunjuk dan jempol].